Tas kresek bayar ?? Whatsss ???

image

Temans….. anu nih…
Beberapa waktu yg lalu kan sdh ada tuh peraturan pemerintah tentang dimulai penarikan biaya tas kresek di minimarket2. Maksudnya sih bagus, untuk mengurangi sampah plastik di semua lini…. dan ini salah satunya !
Cuma apakah masyarakat bisa menerima ??
Mungkin cuplikan fb berikut bisa menggambarkannya :
==================
Ayo Lawan Kedzaliman Penguasa Meski Hanya Dengan Menolak Bayar Kantong Keresek 200 Perak

Saya biasanya menunggu di motor, tapi barusan setelang menunggu satu menit, lalu menyusul istri masuk ke Indomart.

“Saya tidak mau bayar yang Rp 200 untuk kantong kereseknya Mbak!” ujar saya begitu membaca pengumuman di kassa sejak Ahad 21 Pebruari pembeli yang memakai kantok plastik dari Indomart diharuskan membayar Rp 200 untuk mengurangi sampah plastik.

“Itu sudah aturan dari pemerintahnya Pak…” ujar pelayan Indomart di kassa.
“Justru itu, saya tidak mau… pemerintah dzalim!” tegas saya.

“Lihat,” ujar saya sembari menenteng sabun cair pencuci piring Sunlight yang saya sabet dari rak pajangan, “plastiknya tebal, butuh waktu ratusan tahun bagi tanah untuk mengurainya! Tapi mengapa kita malah harus bayar kantong keresek yang mudah diurai?”

Pembeli yang di kassa melihat saya sambil senyum, pelayan Indomart yang laki-laki menghampiri dan mendampingi pelayan perempuan. Pelayanan lainnya sambil mengelap kaca memandang ke kassa.

Mendengar saya berbicara dengan nada tinggi (nada tinggi itu versi istri ya, versi saya itu biasa saja, hee.. he..) di kassa, istri langsung menghampiri. Saya lalu  merebut minyak goreng yang berbungkus plastik tebal yang dipegang istri, Sovxxx.

“Ini juga butuh ratusan tahun! Tapi kenapa kita yang malah disuruh mengurangi penggunaan kantong plastik! Bukannya perusahaan-perusahaan itu yang dilarang menggunakan kemasan plastik? Di kantong plastik Indomart kan ada tulisan go green, pertanda mudah diurai, mengapa penggunaannya harus dikurangi dengan harus membayar Rp 200 bila tetap ingin memakainya tetapi…  lihat, itu… Coca Cola, botolnya dari plastik, butuh waktu ratusan tahun untuk diurai!”

Lalu saya memegang mie instant Indomie yang disodorkan pembeli lain ke kassa yang hanya senyum-senyum saja melihat saya, “ini juga plastik, butuh waktu yang jauh lebih lama untuk diurai daripada kantong keresek go green!”

“Tapi ini sudah aturannya ya Pak,” ujar pelayan laki-laki.

“Justru itu, Mas lapor ke atasan Mas, saya tidak mau bayar, bukan saya tidak mampu, tapi saya tidak mau menaati kebijakan pemerintah yang dzalim itu! Kalau tetap harus bayar 200 saya tidak jadi belanjanya. Biar Indomart lapor juga ke pemerintah, rakyat tidak mau didzalimi terus!” tegas saya.

“Kalau berbicara lingkungan,” lanjut saya, “Mengapa lima anak perusahaan Sinar Mas yang membakar hutan dibiarkan? Mengapa perusahaan-perusahaan minyak, minuman, sabun, dibiarkan menggunakan plastik tebal? Kenapa kita, rakyat ini, mau pakai plastik go green saja harus bayar Rp 200? Apa karena mereka yang membiayai kampanye pemilunya?”[]
===============
Nah, bagaimana tanggapan bikersoak akan hal ini ?
1. Ini adalah program yg bagus, justeru masyarakat harusnya mulai sadar bhw sampah plastik sdh memprihatinkan. Karena sulit terurai, bila masuk sungai maka jelas akan bikin mampet … ujung2nya banjir.
2. Solusinya ? Bbrp kali sy ke giant atau superindo, mereka jual tas belanja yg bisa dipakai berkali kali, terbuat dr bahan yg kuat. Jadi ? Kalo make tas gituan kan gak usah ngresekin blanjaan,  tinggal taruh di tas, sampe rumah barang dikeluarin, tas dilipet sampe kecil, slempitin motor/mobil, beres dah. Besok besok mo blanja tinggal ambil.
3. Apakah ini memeras rakyat ? Saya rasa bisa iya bisa tidak. Tapi… yg concern masalah lingkungan sy yakin akan mendukung. Sy nggak tahu berapa ton jumlah plastik kresek yg dibutuhkan indonart, alpamart, dsb … tapi hampir pasti kebanyakan itu dibuang, hanya segelintir yg melipatnya lagi dan dipakai lagi untuk keperluan lain.
4. Berapa pendapatan minimarket dg tarif plastik kresek ? Hitung saja… silakan… ane mah emoh mumets …. kalo liat nominalnya…..

…………… SALAM  SOAAAKKKKK !!!!…….
image

Posted from WordPress for Android

Advertisements

9 thoughts on “Tas kresek bayar ?? Whatsss ???”

  1. lucu yang protes. kl emoh bayar…, besok bawa tas sendiri aja.
    minyak sama sabun cuci…, kenapa pakai plastik tebal, soalnya belum ada kemasan yang lebih ekonomis, buat nampung tu benda cair. nga mungkin dong pakai kertas. atau mau pakai kemasan kaca/almu ?

    Like

  2. hehehehe makane aku ngguyu lek.. keliling dunia pun dimulai 1 langkah.. dia boleh saja protes, tapi dia harus bawa plastik sendiri.. malah tak dukung.. ujung-ujunge minta.. walah..

    Like

  3. Di luar negeri terutama di China udah lama peraturan kayak gini diberlakukan, kita malah paling ketinggalan, lama-lama paling juga udah terbiasa

    Like

  4. issue: sampah plastik tidak ramah lingkungan, butuh ratusan tahun untuk terurai. dan seterusnya…

    akar masalah : warga buang sampah sembarangan. ada yang memang tidak disiplin, ada yg karena ketidaktersediaan tempat sampah di sekitar. dan apakah pemerintah sudah menjalankan undang-undang pengelolaan sampah

    kebijakan : terkait bahaya plastik dst dst…plastik di mini/supermarket yg kebanyakan memakai plastik oxium eco friendly disuruh bayar Rp 200 (lho kok yg eco friendly yg jadi salah)….dan untuk kemudian menjadi CSR Aprindo (lho kok CSR Aprindo?) atau bawa tas sendiri

    yang tidak ramah lingkungan sampah plastik konvensional yang dibuang sembarangan. yang di kambing hitamkan dengan keharusan bayar Rp200 malah plastik oxium yg ramah lingkungan, 100% cinta indonesia, dan +/- 2 tahun terurai. botol air mineral jauuuh lebih sulit terurai

    kalo plastik oxium masih juga disamakan bahayanya dengan sampah plastik lain dan pemerintah berniat total, saya lebih setuju plastiknya dihargai Rp20.000 sekalian. yakin semua yg belanja bawa tas sendiri…dan efek sampingnya omzet mini/supermarket terjun bebas karena konsumen akan justru beralih ke toko kelontong dengan plastik gratis

    Like

    1. selalu dianggap konsumen yang salah, jadi harus bayar, produsen harus menyisihkan juga, pertanggungjawaban dana 200 perak tadi kemana ? siapa yang audit ? katanya kerjasama… nanti ormas yang minta jatah duit plastik alasannya ‘jaga kebersihan’

      Like

  5. Rp. 200 buat tas kresek, pengembalian recehan diminta untuk didonasikan ?
    Mencari keuntungan dengan peduli lingkungan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s