Bagi UKM, ada bacaan menarik nih !!!

Ngga terasa ya,  saya resign dr perusahaan sdh 7 thnan, dan rasanya berat sekali menstabilkan ekonomi, ditambah keadaan reses dunia.
Bagi pelaku ukm, atau yg punya produk sekelas ukm, mari kita baca ulasan menarik berikut ini .

 

Copas
Tanpa sadar kita dimakan Raksasa.
===============================
Jika anda pelaku UKM, saya coba ajak anda sebentar saja untuk masuk ke toko ritel (mini market/ super market/ hyper market). Saya yakin jika anda saat ini memiliki produk, entah itu consumer good atau produk lainnya, ada terlintas keinginan untuk memajang produk anda di jajaran display rak toko tersebut bukan?.  Dulu pun saya demikian sampai saya ketahui bagaimana model bisnisnya termasuk cara kerjasamanya, akhirnya saya urungkan niat itu. Saya memilih memasarkan produk saya secara konvensional di pasar-pasar tradisional juga secara online via sosial media.

Alasan apa sehingga saya mengurungkan niat untuk bekerja sama dengan peritel-peritel di atas? Saya akan bagikan di sini.

1. LISTING FEE

Apa itu listing fee?. Listing Fee adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pemasok (supplier) agar bisa masuk dalam jajaran DAFTAR/LIST BARANG JUAL toko mereka. Besarnya biaya tergantung jenis produk, bentuk kemasan juga posisi rak display dimana ia ditempatkan. Rak bagian atas biasanya produk-produk premium alias merk-merk besar yang mampu membayar berapapun biayanya. Alasannya sederhana kenapa merk-merk besar berburu di rak bagian atas dan depan, yaitu lebih cepat terjual, dijadikan bahan promosi dan tentunya lebih mudah dan cepat di kenal. Selain itu dikalangan pemilik merk, ini gengsi tersendiri jika mampu meletakkan merk di lokasi yang premium.

Contoh : Produk Ind*mie (Ind*food) akan selalu berada di atas Mie Sed*p (Wi*gs Food).  Produk Kao yang berusaha selalu berada di atas produk Unil*ver dan sebaliknya.

Besarnya listing fee ini bervariasi antara 5 jt sd 10 juta per SKU (Stock Keeping Unit). Jika produk anda memiliki dua jenis kemasan itu dhitung sebagai 2 SKU. Artinya produk anda akan dikenakan listing fee sebesar 10 sd 20 juta. Nah! Anda bisa bayangkan sendiri jika itu produk UKM, belum jualan (belum laku) udah di mintain uang. “Disitu kadang saya merasa sedih” :D.

2. BAYAR MUNDUR

Sudah dikenakan listing fee, di tambah bayar mundur (rata-rata 1 sampai 3 bulan). Andai saja saya tidak terlalu memikirkan tentangcashflow, mungkin saya akan terima-terima saja. Anggap saja ini modal awal yang harus dikeluarkan menggantikan biaya investasi tempat jualan yang sudah pasti ramai. Kalau dipikir-pikir…rasanya koq justru usaha-usaha kecil ini yang memberi mereka modal untuk usahanya ya. Tapi dari sekian aturan main yang ditetapkan, yang bikin urung niat saya untuk mau bergabung dalam jajaran display produk mereka adalah yang nomer 3 ini. Simak!

3. PRIVATE LABEL

Bukan Merk UKM Lagi (Private Label)

Ini tawaran yang menggiurkan tapi perlu dipikir panjang. Private Label ini adalah istilah produk-produk yang di beri label sendiri oleh toko penjualnya. Saya tidak perlu bayar listing fee tapi saya harus merelakan merk saya di ganti dengan merk tokonya. Jika orientasi saya dulu adalah yang penting produk saya terjual meskipun dengan kondisi bayar mundur, mungkin saya ambil juga. Tapi orientasi saya pada saat itu adalah, keren rasanya merk dan produk saya bisa mejeng di toko-toko modern seperti Alfam*rt, Indom;rt, C*rcle-K dan sejenisnya. Harapannya jika sudah dikenal banyak orang, tentunya ini akan jadi portofolio saya untuk berani menjual secara retail sendiri tanpa bantuan mereka. Nah kalau kondisinya begitu, bagimana merk-merk UKM bisa tumbuh ya?. Belum tumbuh aja udah di ganjal duluan.

4. HUKUM RIMBA / KANIBALISME

Belum puas sampai di nomor 3, nomor 4 in mungkin yang akan membuat anda berkata oh..ternyata gitu permainannya. Sebut saja anda mampu membayar listing fee, anda juga mampu bertahan di bayar mundur dan produk anda laris manis, paling dicari karena murahnya atau kualitasnya yang bagus. Anda mesti siap-siap ditukar (substitute) perlahan-lahan dengan produk tuan rumah.

Caranya : (1). Sandingkan dengan produk private label mereka dengan harga yang lebih miring,
(2). Turunkan produk anda dari rak atas ke rak di bawahnya,
(3). Bukan sulap bukan sihir! Wush!…produk anda hilang dari display di gantikan dengan private label mereka.  Jika merk anda tidak benar-benar di cari konsumen atau anda tidak cukup kuat marketing dan promosinya sangat mungkin produk anda hilang dari peredaran toko ini. Ini adalah praktek kanibalisme yang sudah biasa dalam industri retail.

Replacement/ Substitution Process

Mengapa bisa? Apa konsumen tidak merasa kehilangan? bagaimana kita harus menyikapinya. Bocoran sedikit buat anda, kunci rahasianya adalah pada perilaku konsumen. Mereka para toko ritel raksasa sudah sangat paham bagaimana cara berpikir anda, cara belanja anda, apa yang sebenarnya anda cari jika anda memilih berbelanja di tempat mereka dan seterusnya dan seterusnya.

Yang jelas ini bukan bencana karena masih banyak cara yang bisa ditempuh oleh anda untuk bisa bersaing dengan produk-produk raksasa tanpa harus mejeng di display toko-toko ritel mereka. Biarkan suatu saat mereka lah yang meminta produk anda untuk mejeng di display toko mereka. Banyak contoh produk-produk lokal yang bisa go-internasional tapi tidak kita kenal merk-nya di tuan rumah. Kunci lainnya adalah kreatiflah membangun channel distribusi dengan model-model yang baru, yang lebih efektif serta effisien. Apalagi sekarang eranya anda juga produk yang anda buat dapat langsung terhubung dengan konsumen anda. Selamat berjuang!

Note :
Lihat perusahan2 kapitalis dr namanya sajansdh mencerminkan raksasa ..
Gi*nt
Hyp*rmart
Makr*
De el el

Advertisements

3 thoughts on “Bagi UKM, ada bacaan menarik nih !!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s