Matic ter-irit masih Suzuki Nex……. masih ngeyeL ????

Alhamdulillah…. setelah bbrp hari kemarin kesusahan onlen… sekarang sudah bisaaaaaaaa…… ( dan masih gretongan… oh,indahnya dunia ! )

Dan hari ini dapet kabar dari suatu majalah onlen nasional kalo Suzy Nex masih megang matic teririt yg dicoba di jalanan. Nah, sebelum inipun saya sdh testride Suzy Nex punya sendiri turing dari malang ke Jogja dg hasil sekitar 1:59km –> bisa dibaca disini .

Mau bukti kalo Suzy Nex ini irit ??? silaken baca sendiri ya !!!

Gambar

Jakarta -Pada pengujian pertama detikOto, skutik injeksi dari Suzuki, Nex bisa melaju sejauh 60,3 km dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax RON 92. Bagaimana jika pengendaranya diganti? Apakah lebih irit BBM?

Rider pertama yang menguji Nex ini memiliki berat badan 67 kg dengan tinggi 168 cm dan saat berkendara konstan dengan kecepatan 40 km/jam.

Untuk pengujian kedua, pengendara yang menungangi Suzuki Nex memiliki berat badan 75 kg dengan tinggi 175 cm.

Sebelum mulai berjalan, seperti biasa ritual yang dilakukan adalah kembali menguras bersih BBM yang ada di tangki Suzuki Nex sampai motor tidak bisa dinyalakan.

Setelah itu, motor tersebut disi BBM jenis Pertamax RON 92 sebanyak 1 liter dengan diukur menggunakan gelas ukur berukuran 500 ml sebanyak 2 kali sehingga mencapai 1 liter.

Kondisi motor semuanya benar-benar standar, tekanan angin sudah disesuaikan dengan standar rekomendasi pabrikan. Saat itu kondisi odometernya 00072,1 km.

Kunci mulai digeser ke posisi on dan tombol starter pun ditekan hingga mesin menyala. Brumm.. Dengan perlahan selongsong gas pun diputar dan perjalan pun dimulai.

Berbeda dengan rute pengujian pertama, di pengujian kedua ini berangkan dari markas besar detikcom yang berada di Warung Buncit bergerak melaju, Kuningan, putar balik di lampu merah Komisi Pemilihan Umum (KPU), balik lagi ke Kuningan, sedikit berbelok ke jalan Kapten Tendean dan putar balik setelah Trans TV, kemudian kembai lagi ke jalan Mampang terus lurus hingga putar balik di Ragunan.

Kecepatan selama di perjalanan, detikOto hanya bermain di kecepatan maksimal 40 km/jam. Jika jalanan memungkinkan terus konstan di 40 km/jam, tapi jalanan macet dan juga lampu merah banyak ditemukan.

Saat lampu merah dan jalan macet, riders dilarang untuk mematikan mesin dan bertindak curang lainnya.

Pengujian yang dimulai pada pukul 11.00 WIB ini baru berakhir pukul 14.35. Saat itu motornya benar-benar kehabisan bensin sehingga tidak bisa lagi dinyalakan lagi. Posisi kehabisan bensin adalah di Jalan Kuningan tepatnya di seberang gedung Cyber 2 atau di bawah flyover.

Untuk 1 liter bensin dengan rute yang disebutkan diatas, detikOto berputar sebanyak 2 lap. Hitungannya saat berputar di Ragunan, detikOto berputar di Ragunan sebanyak 2 kali.

Setelah putaran kedua dari Ragunan-Warung Buncit, Mampang, Kuningan dan sempat putar balik ke arah Mampang, gejala motor akan kehabisan bensin sudah mulai terasa. Apalagi saat menaiki jembatan yang ada di jalan Kuningan, motor sudah tidak lagi bertenaga.

Tapi motor itu masih bisa dijalankan dengan kecepatan konstan 40 km/jam. Tapi setelah melewati Pasar Festival, tepatnya di depan Hotel JS Luwansa, tenaga motor sudah ngempos dan mesin sempat mati.

Setelah dicoba distarter lagi, motor masih bisa menyala dan dicoba lagi untuk berjalan hingga benar-benar mati lagi di bawah flyover Kuningan atau tepatnya di seberang Gedung Cyber 2.

Di tempat itulah motor benar-benar sudah tidak bisa menyala karena bensinnya sudah habis. Saat itu pula detikOto langsung mencatat angka yang ada di odometer. Angka yang ada di odometer saat motor benar-benar mati adalah 00138,0 km.

Angka itulah yang menjadi patokan detikOto dalam menguji kedua kali Suzuki Nex. Jika dihitung, angka di odometer terakhir yakni 00138,0 km dikurangi angka odometer saat pertama kali berangkat memulai pengujian kedua yakni 00072,1 km.

Hasilnya adalah 65,9 km. Jadi pengujian kedua ini hasilnya lebih tinggi dibandingkan pengujian pertama oleh riders yang berbeda, baik dari berat badan, tinggi hingga cara berkendara yang berbeda.

Menurut Peneliti dan Dosen Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulsi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto, cara berkendara memang sangat mempengaruhi konsumsi BBM sepeda motor.

“Meski sudah ditimbang dan kecepatannya ditentukan, tapi faktor yang paling mempengaruhi adalah cara berkendara masing-masing orang,” kata pria yang akrab disapa Yus saat dihubungi detikOto.

Source : http://oto.detik.com/read/2014/04/01/164646/2542252/1208/1/ronde-kedua-1-liter-bensin-suzuki-nex-melaju-hingga-659-km

Nb. hhmm…. jadi penasaran nih… bgmn dg Beat fi dan Mio J pada pengujian kedua yaksss ????

 

Advertisements

14 thoughts on “Matic ter-irit masih Suzuki Nex……. masih ngeyeL ????”

  1. Nunggu skywave jadi injection sampe discontinue gak kesampain juga….sekarang nunggu hayate injection deh…..

    Like

  2. Percaya lah, dari bobot motor aja Nex paling ringan jadi wajar bisa irit. Mio J paling berat kebesaran tangki bensin

    Like

  3. Sàyangnya tangki bensin mini dan bodi terlampau sangat ramping. Kalo address manteb kap.bensinnya

    Soal konsumsi bbm, memang juozz. 1:60 berkendara normal

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s