Plan The Next Water Injection

Setelah saya “marem” dg wai stage 1, kayaknya sudah saatnya the next step. Plan masih tetep dg skema seperti di bawah. Idenya dari wacana dial a jet, yaitu semacam penambahan jet yang akan memperbaiki kurva kekurangan karburator yg bagus pada rpm tertentu saja. Dial a jet sudah lama diaplikasi seperti pada wacana : http://www.thunderproducts.com/dial_a_jet.htm trus http://www.kaskus.us/archive/index.php/t-883770.html . Mengapa dg Dial a jet ??? seperti wai, dial a jet bisa efektif malah dg seting karbu yg lean/ irit, jadi cocok dg tema yg saya incar “motor lebih kencang dan lebih irit”.
Contoh dial a jet : http://www.thunderproducts.com/images/photos/dialajet2.jpg
Nah, karena pada stage 1 kemaren masih ada kelemahan untuk rpm atas, maka plan saya akan memperbaikinya dg meng-kawin-kan dial a jet dg water injection. Ada dua skenario dial a jet, yaitu dg fuel/bahan bakar dan opsi kedua dial a jet dg memanfaatkan air dari tanki air water injection. Plan saya mau memakai dua-duanya. Bagaimana skema-nya ???


(Stage 1 revisi )


( Stage 2a dg water dial a jet )

( Stage 2b dg fuel dial a jet )

Namanya juga masih sebatas plan, jadi gada salahnya meneruskan dg water injection stage 3. Ide ini diambil dari mesin 6 stroke from bule oztrali. Disitu dia memanfaatkan steam / uap air dg kelebihan pembilasan ruang bakar yg sangat efektif, mesin jadi strong but cool. Sedangkan uap air yg memang mengandung hydrogen akan lebih mudah terbakar. Untuk menjadi uap, memerlukan energi dunks ??? yups…. saya pengen mencoba memanfaat panas dari kenalpot untuk memuluskan plan saya. Pengenya sih stage 1 sampe 2 tetep dipakai n ditambahin stage 3 dg skema sbb :

Demikian plan saya , tinggal R&D nya aja ya…… ( entah kapan )

Advertisements

6 thoughts on “Plan The Next Water Injection”

  1. Mungkin tehnologi ini belum populer di negara kita, mengenai bahan bakar bensin yang di campur atau di oplos dengan air atau yang lainnya dalam satu wadah. Teknologi ini perna di perkenalkan di Indonesia oleh voll Yohanis bosco yang berasal dari deerah palu,sulawesi tengah,sebetulnya tehnologi ini juga berasal dari luar yaitu Amerika. saya sudah menulis sebagian kecil mengenai tehnologi ini mudah-mudahan dapat bermampat bagi rekan-rekan semua di http://www-torayakan.blogspot.com

    Like

  2. Relish casinos? put one's stamp this na‹ve [url=http://www.realcazinoz.com]casino[/url] lead and in online casino games like slots, blackjack, roulette, baccarat and more at http://www.realcazinoz.com .you can also corroboration our additional [url=http://freecasinogames2010.webs.com]casino[/url] ballade a boost at http://freecasinogames2010.webs.com and overwhelmed corporeal folding metamorphose ! another late-model [url=http://www.ttittancasino.com]casino spiele[/url] aim is http://www.ttittancasino.com , in profit german gamblers, get listen to of disentangle online casino bonus.

    Like

    1. di indo teknologi ini jarang.
      tp di luar negeri teknologi ini jadul om.

      waktu smp dulu saya pernah pakai teknologi ini di mobil
      hard top bensin turbo.
      bedanya kalau anda memanfaatkan panas knalpot
      kalau saya memanfaatkan panas dari radiator,airnya saya
      buatin tempat dari box wiper.

      saya akui rumayan ngirit kantong walau pun pakai turbo
      bisa minum premium,konsumsi bbmnya pun rumayan irit
      1 liter/7km(untuk ukuran mobil 6 silinder 4000cc turbo tergolong sangat terasa / hard top standart saja konsumsinya 1liter/5km)

      sayangnya kekurangan teknologi ini ada 2
      1. ngegasnya harus main urut
      kalau gak tetap saja kalau pakai bensin premium suara mesinnya ngelitik , boros pula.
      2.ribet tiap hari harus di cek airnya.

      jujur saja kalau saya sekarang beralih ke teknologi yg lebih praktis
      (box khusus di isi kapur barus(yang tidak berwarna) di alirkan ke filter karbu / throttle body jadi gak perlu setiap hari di cek airnya cuman 1-2 minggu sekali harus di isi kapur barus)

      Like

  3. di indo teknologi ini jarang.
    tp di luar negeri teknologi ini jadul om.

    waktu smp dulu saya pernah pakai teknologi ini di mobil
    hard top bensin turbo.
    bedanya kalau anda memanfaatkan panas knalpot
    kalau saya memanfaatkan panas dari radiator,airnya saya
    buatin tempat dari box wiper.

    saya akui rumayan ngirit kantong walau pun pakai turbo
    bisa minum premium,konsumsi bbmnya pun rumayan irit
    1 liter/7km(untuk ukuran mobil 6 silinder 4000cc turbo tergolong sangat terasa / hard top standart saja konsumsinya 1liter/5km)

    sayangnya kekurangan teknologi ini ada 2
    1. ngegasnya harus main urut
    kalau gak tetap saja kalau pakai bensin premium suara mesinnya ngelitik , boros pula.
    2.ribet tiap hari harus di cek airnya.

    jujur saja kalau saya sekarang beralih ke teknologi yg lebih praktis
    (box khusus di isi kapur barus(yang tidak berwarna) di alirkan ke filter karbu / throttle body jadi gak perlu setiap hari di cek airnya cuman 1-2 minggu sekali harus di isi kapur barus)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s